Tadi pagi baru ketemu video “debat” Jokowi - Prabowo dalam bahasa Inggris, dari post Facebook ini. Kalau malas pergi ke Facebook, berikut video-nya yang diambil dari Youtube:

Kenapa tiba-tiba ngebahas soal calon Presiden dan Jokowi? Kenapa kata debat diberi tanda kutip? Saya juga tidak tahu. Biasanya saya lumayan apatis terhadap masalah politik, dan malas membahas masalah ini, apalagi di blog. Tapi entah kenapa video ini menggelitik sekali bagi saya. Utamanya sih karena videonya mencoba mengecoh penonton, seolah-olah Prabowo dan Jokowi dimintai pendapatnya di tempat terpisah, dengan satu pertanyaan yang sama:

What is your “grand strategy” for Indonesia, if you’re elected president in this coming election?

What do you see as your country’s biggest strenght and weakness?

Pertanyaan seperti ini ke seorang calon pemimpin memang sangat bagus sekali. Kita jadi bisa mengetahui apakah calon pemimpin ini benar-benar mengerti permasalahan bangsa, serta telah memikirkan solusinya. Dengan menanyakan pertanyaan sejenis ke beberapa kandidat, kita menjadi dapat mengetahui kira-kira kandidat mana yang solusinya tepat menurut kita, supaya kita dapat mendukung calon Presiden tersebut.

Masalahnya muncul ketika ternyata video ini berbohong. Jokowi sama sekali tidak sedang menjawab pertanyaan yang tertulis di video. Bagian “jawaban” Jokowi yang ditampilkan dalam video di atas sebenarnya adalah cuplikan dari wawancara Jokowi oleh Bloomberg yang:

  1. Dilakukan sebelum Jokowi resmi menjadi calon Presiden. Videonya diterbitkan pada 24 Febuari 2014, dan pastinya dibuat sebelum itu lagi. Sementara Jokowi resmi menjadi calon Presiden pada 14 Maret 2014.
  2. Dalam video wawancara aslinya (sekitar menit 21), pertanyaan yang diajukan ke Jokowi adalah:

    Your so called populist policy has made you really popular among the people. When you take a look at all the major polls, you’re leading despite not being nominated yet for the Presidential Race. Are you interested in being the next President of Indonesia?

    Ternyata pertanyaannya bukan tentang visi misi dan program, tapi tentang apakah Jokowi mau jadi Presiden atau tidak (sebelum dia nyapres)!

Video “debat” antara Jokowi dan Prabowo yang dibuat di atas menggelitik saya karena ternyata videonya tidak benar-benar video debat. Yang ada ternyata adalah pengambilan jawaban di luar konteks, untuk menampilkan seolah-olah Jokowi tidak tahu apa yang akan dilakukannya sebagai Presiden nanti.

Prabowo sendiri memang memiliki program dan visi misi yang jelas. Ini adalah salah satu kelebihan utama Prabowo menurut saya. Program kerja dan visi misi Jokowi sendiri sejauh yang saya tahu memang belum pernah diberitahukan ke publik (silahkan koreksi jika ternyata saya salah). Entah siapa yang membuat video seperti ini. Mungkin video ini menggelitik bagi saya karena memang lucu. Pembuat video bisa saja mengatakan bahwa Prabowo punya program yang jelas sementara Jokowi belum mengeluarkan visi misinya, dan videonya akan 100% benar. Kenapa harus bohong kalau bisa memberikan informasi dengan benar? Mencoba membohongi rakyatkah? Ingin membuat Jokowi seolah-olah bodoh? Bukankah cukup dengan mengatakan Jokowi masih belum punya program dan Prabowo sudah jelas arahnya ke mana saja Jokowi sudah cukup terlihat tidak siap?

Entahlah, mungkin karena ini makanya saya tidak menjadi politikus atau pemimpin di mana-mana. I prefer my arguments well-built and logical, not false and misleading. sigh.

comments powered by Disqus

Daftar Isi