Kata “ilmu pengetahuan” atau “sains” seringkali digunakan oleh banyak orang, dalam percakapan sehari-hari (atau argumen internet). Tetapi seringkali, ketika kita bertanya “sebenarnya sains itu apa sih?” orang-orang tidak dapat menjawabnya secara langsung dan gamblang. Kalaupun ada yang menjawab pertanyaannya, seringkali jawaban yang diberikan memerlukan pemahaman akan dunia sains sendiri, atau pemahaman akan bahasa Indonesia yang benar-benar baik. Karena tidak ada deskripsi sederhana mengenai sains inilah, maka kita dapat melihat fenomena ilmuwan vs masyarakat yang telah dibahas pada tulisan sebelumnya. Tulisan ini akan mencoba menjelaskan sains secara sederhana dan gamblang.

Ilmu Pengetahuan (Sains)

Jadi apa itu sains? Sains adalah kumpulan dari pengetahuan mengenai dunia (alam semesta) kita yang kita ketahui yang telah disusun secara sistematis. Pengetahuan yang dapat dianggap sebagai sains ialah pengetahuan yang dapat diuji kembali oleh siapapun. Contohnya gaya gravitasi. Siapapun yang berada di dalam bumi jika melemparkan apel dapat memantau bagaimana apel tersebut akan selalu jatuh ke bawah. Jika dilakukan pengukuran, idealnya hasil pengukuran akan selalu sama kalau pengukuran dilakukan pada kondisi yang sama. Dapat diuji dan konsisten. Kedua hal ini adalah yang paling mendasar dalam sains.

Meskipun sains sangat luas, umumnya ketika kita berbicara mengenai “sains”, kita berbicara mengenai ilmu-ilmu yang berhubungan dengan alam semesta, yaitu: fisika, kimia, biologi, matematika, dan ilmu alam lainnya. Tentunya hal ini bukan berarti bahwa bidang ilmu lainnya tidak lebih penting dibandingkan ilmu alam, hanya saja persepsi yang ada sekarang adalah seperti ini. Memasuki masa moden, isitilah “sains” juga sering dihubungkan dengan pencarian pengetahuan, bukan selalu pengetahuan itu sendiri.

Bagaimana dengan hal-hal yang belum dapat kita mengerti? Untuk menjelaskan hal-hal yang belum dapat dimengerti, sains menggunakan sebuah alat yang telah terbukti dapat membantu kita dalam menjawab banyak pertanyaan: metodologi penelitian. Penjelasan mengenai metodologi penelitian akan diberikan pada bagian selanjutnya dari tulisan ini.

Fenomena, Masalah, dan Persoalan

Sains adalah kumpulan pengetahuan mengenai alam semesta. Bagaimana kita mendapatkan pengetahuan tersebut? Dengan mengamati fenomena-fenomena yang terjadi di sekitar kita. Fenomena adalah segala sesuatu yang dapat kita lihat, rasakan, atau alami. Hujan adalah sebuah fenomena, karena kita dapat melihat air yang turun dari langit, dan merasakan udara yang menjadi dingin. Ilmuwan mengamati fenomena hujan ini dan bertanya “mengapa terjadi hujan? Bagaimana hujan dapat terjadi?” dan berbagai pertanyaan lainnya untuk kemudian mencoba menjawab pertanyaan tersebut. Ketika pertanyaan sudah terjawab, maka ilmu pengetahuan menjadi berkembang dan lebih luas.

Perhatikan juga bahwa fenomena tidak harus dapat dilihat. Contoh dari fenomena yang tidak dapat dilihat, tetapi dapat diamati atau dirasakan ialah energi, listrik, ataupun waktu. Selama suatu hal dapat diukur dan diamati perubahannya, hal tersebut dapat dikatakan adalah sebuah fenomena.

Fenomena muncul tanpa perlu intervensi, dan bersifat netral. Bersifat netral artinya tidak memihak. Misalnya sungai. Sungai merupakan sebuah fenomena di mana terdapat air yang keluar dari bumi dan mengalir ke lautan. Sungai terjadi secara alami, tanpa menguntungkan atau merugikan siapapun.

Ilmu yang didapatkan dari pengamatan fenomena kemudian dimanfaatkan oleh insinyur (engineer) untuk mengembangkan teknologi. Sayangnya, pemanfaatan ilmu (fenomena) ini tidak selalu berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Ketika asumsi-asumsi mengenai fenomena tidak terpenuhi sesuai dengan harapan, maka sebuah masalah terjadi. Sekali lagi, masalah ialah ketika harapan (asumsi) berbeda dengan kenyataan. Masalah dapat bersifat negatif (merugikan) ataupun positif (menguntungkan).

Adanya sebuah masalah tentunya akan membuat ilmuwan mencari penyelesaian dari masalah tersebut. Baik masalah yang memberikan dampak positif maupun negatif akan memerlukan penjelasan, karena keberadaan sebuah masalah adalah bukti ketidak mengertian kita akan suatu fenomena. Pertanyaan mengenai penyebab dari sebuah masalah, yang diikuti dengan proposal solusi atau jawaban dikenal dengan istilah persoalan. Bingung? Ya, perbedaan masalah dengan persoalan ini memang sebuah hal yang sangat sulit dimengerti. Singkatnya seperti ini:

  • Masalah ialah sebuah kejadian di mana harapan berbeda dengan kenyataan.
  • Persoalan merupakan percobaan untuk menjawab sebuah masalah; kemungkinan solusi atau jawaban dari sebuah masalah.

Contoh dari sebuah masalah ialah air yang merembes dari atap rumah ketika hujan terjadi (bahasa sederhananya: atap bocor). Harapan kita ketika membuat atap rumah ialah agar kita tidak mengalami kebahasan pada saat hujan. Kenyataan yang ada ialah kita tetap mengalami kebahasan pada saat hujan. Harapan berbeda dengan kenyataan.

Ketika kita mencoba untuk menjawab kenapa bisa terjadi bocor, menjawab pertanyaan tersebut (atap berlubang karena kejatuhan meteor), dan lalu mencoba mencari solusi (menghubungi Bruce Willis untuk menghancurkan meteor yang datang ke bumi) maka kita telah mengubah masalah menjadi persoalan.

Bagaimana Sains Menjelaskan?

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, sains menggunakan metode penelitian untuk menjelaskan berbagai fenomena yang ada. Metode penelitian digunakan untuk menguji sebuah pemikiran / asumsi, untuk membuktikan kebenaran pemikiran tersebut, melalui proses terstruktur yang dapat diulangi dan akan menghasilkan hal yang sama setiap kali diulangi dengan kondisi yang sama. Berikut adalah langkah-langkah metodologi penelitian yang telah disederhanakan:

  1. Ajukan pertanyaan
  2. Buat hipotesa
  3. Lakukan eksperimen
  4. Kumpulkan data
  5. Ambil kesimpulan berdasarkan data yang dikumpulkan

Tentunya kelima langkah tersebut adalah sangat sederhana, dan tidak dapat digunakan sebagai acuan yang akurat dari metodologi penelitian yang sebenarnya. Proses di atas hanya digunakan sebagai ilustrasi sederhana, yang diharapkan dapat menjadi penunjuk arah bagi pembaca untuk mengerti metodologi penelitian. Metodologi penelitian sendiri merupakan hal yang sangat kompleks, dan akan memerlukan artikel tersendiri untuk membahasnya.

Hipotesa dan Teori

Ah, teori evolusi itu kan cuman teori, tidak benar dan terbukti!

Orang yang tidak mengerti sains

Karena miskonsepsi yang sering ditemui oleh penulis ketika berbincang dengan teman-teman pada umumnya, maka bagian ini dituliskan untuk meluruskan hal tersebut. Pengertian akan hipotesa dan teori, serta perbedaannya tentunya baru akan penting ketika kita membahas keseluruhan metode penelitian secara mendalam, tetapi karena luasnya miskonsepsi ini maka penulis akan memberikan penjelasan singkat mengenai hal ini, dan akan mencoba memberikan penjelasan rinci mengenai metodologi penelitian pada tulisan-tulisan berikutnya.

Hipotesa merupakan jawaban sementara atas sebuah pertanyaan yang masih perlu dibuktikan. Hipotesa merupakan buah pemikiran yang diyakini oleh seorang ilmuwan sebelum memulai penelitian dan pembuktian akan buah pemikiran tersebut. Karena hal ini, hipotesa biasanya dicetuskan pada awal penelitian.

Teori adalah sebuah hipotesa yang telah diuji dan dibuktikan kebenarannya. Pengujian juga tidak hanya dilakukan oleh seorang ilmuwan, melainkan dilakukan oleh banyak ilmuwan, dengan eksperimen yang dilakukan kembali ataupun eksperimen baru yang mencoba mendukung atau menolak sebuah hipotesa. Proses ini dikenal dengan nama peer review. Setelah melalui banyak pengujian dan pembuktian, sebuah hipotesa baru dapat dianggap cukup baik untuk menjadi teori.

Jadi, “teori” evolusi bukan sekedar “teori”, melainkan sebuah hipotesa yang telah teruji dan diulangi eksperimennya berulang kali dengan hasil yang sama. Kita dapat saja mengatakan bahwa kita belum menemukan bukti bahwa teori evolusi tidak benar, tetapi mengatakan evolusi (atau teori lainnya) salah dan tidak berdasar adalah hal yang salah total, terkecuali anda memiliki bukti (dan data, dan eksperimen) bahwa teori tersebut salah.

Teknologi

Lantas, apa peran teknologi dalam hal ini? Apa hubungan antara teknologi dengan ilmu pengetahuan, atau dengan fenomena, masalah, maupun persoalan yang kita bahas sejauh ini? Seperti yang telah disentuh sedikit pada bagian sebelumnya, teknologi merupakan buah pemanfaatan ilmu pengetahuan. Teknologi memanfaatkan (menerapkan) ilmu pengetahuan yang ada untuk menyelesaikan masalah (menjawab persoalan).

Pemanfaatan ilmu pengetahuan, meskipun terdengar baru, pada dasarnya adalah hal yang telah sangat lama kita (manusia) lakukan. Bahkan penerapan ilmu ini dapat dikatakan sebagai salah satu keunggulan utama kita sebagai manusia, yang menyebabkan kita berada di tingkat teratas pada piramida rantai makanan. Kemampuan kita dalam berinovasi seperti dengan mengikatkan batu ke kayu untuk dijadikan senjata ialah hal utama yang menyebabkan kita unggul dibandingkan spesies lainnya.

Akhir Kata

Sains hanyalah sebuah alat yang kita gunakan untuk mengerti alam semesta kita. Prinsip dasar dari sains ialah mencoba mengerti dan menjelaskan sebuah fenomena yang ada di dunia, melalui pengamatan dan pengujian. Sains bukan sekedar kumpulan fakta, melainkan sebuah jalan (metode) untuk mengerti alam semsta.

Sains menggunakan metode penelitian untuk mencoba menjawab pertanyaan, dan setiap hipotesa yang dibuat oleh seorang iluwan akan diuji, baik oleh dirinya sendiri ataupun komunitas sains. Ketika hipotesa tersebut telah berkali-kali diuji dan melalui banyak eksperimen, hipotesa tersebut barulah menjadi sebuah teori. Hal ini menyebabkan sebuah teori ilmiah sangat dapat diandalkan, karena telah mengalami banyak pengujian yang independen.

Pemanfaatan sains dalam kehidupan sehari-hari dijumpai dalam bentuk teknologi. Teknologi menerapkan ilmu pengetahuan untuk memudahkan hidup kita, dan / atau menyelesaikan masalah-masalah yang ditemui sehari-hari. Karena dekatnya sains dengan kehidupan kita ini, maka pengertian akan sains sangat penting. Marilah kita sama-sama belajar dan mengerti sains, untuk menjadikan dunia tempat yang lebih baik dan menyenangkan.

Bacaan Lanjutan

Jika tertarik, anda dapat membaca tulisan-tulisan berikut untuk mengerti tentang ilmu pengetahuan lebih lanjut:

comments powered by Disqus

Daftar Isi